Cara Menggunakan CCleaner


Seperti halnya manusia, dalam aktivitasnya komputer juga menghasilkan sampah didalam harddisk. Bayangkan jika sampah di rumah Anda tidak di buang dalam sebulan, apa yang akan terjadi? Saya rasa semerbak aroma busuk akan mengelilingi rumah Andadan kemungkinan besar juga akan menjadi sarang penyakit.
Begitu pula dengan komputer, jika file-file sampah yang di hasilkan oleh aplikasi-aplikasi komputer tidak di bersihkan secara berkala, tentu akan memnuhi ruang harrdisk dan memperlambat kinerja dari komputer.
Namun ada yang berbeda antara rumah Anda dengan komputer, jika tidak ingin membersihkan rumah sendiri maka Anda membutuhkan pembantu yang tentunya tidak gratis dan ini amat tidak disarankan!Lebih baik menikahi Istri yang sholehah tentunya. :D
Beruntung di dunia komputerisasi ini banyak hal yang gratis, jika hanya ingin memiliki pembantu yang akan membersihkan dan merawat komputer Anda  bisa memakai jasa CCleaner yang tak membutuhkan biaya alias gratis. Hanya membutuhkan beberapa klik perintah saja komputer Anda akan bersih dari sampah-sampah tak berguna yang menyesakkan ruang harddisk Anda.
CCleaner (sebelumnya Crap Cleaner) adalah fasilitas perangkat lunak (software) gratis yang digunakan untuk mengoptimalkan komputer dan membersihkan registry-nya. Salah satu fitur penting pada program ini adalah tersedianya fitur untuk membersihkan cache yang ditinggalkan oleh program peramban (browser) saat berselancar di internet. (id.Wikipedia.Org)
Versi terbaru CCleaner saat tulisan ini di buat adalah versi 3.07.1457. Pada Versi terbarunya ini, CCleaner memiliki 4 menu utama, yaitu Cleaner, Registry, Tools, dan Options. Dan berikut ini akan saya jelaskan fungsi dan cara memanfaatkannya semampu saya. Jika Anda belum memilki CCleaner, silakan download di web developernya: piriform.com/ccleaner/download

1. Cleaner

Fitur ini berfungsi untuk membersihakan file-file sampah yang di hasilkan oleh berbagai aplikasi yang ada di komputer Windows Anda, seperti Cache web yang di hasilkan browser, temporary file yang di hasilkan sistem Windows dan lain sebagainya. Perhatikan gambar di bawah ini:
Pada menu CCleaner terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan parameter-parameter file sampah yang akan dihapus dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat parameter-parameter file sampah yang akan di hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/ mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.

2. Registry

Registry Windows adalah setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,


Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:
Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,
Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.

3. Tools

Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara menggunakan fitur-fitur tersebut,
  • Uninstal,  fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows. Perhatikan gambar berikut,Untuk menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”
    Catatan: “Jangan meng-klik tombol “Delete Entry”!!! Karena akan menghapus list aplikasi dari menu Uninstaller sehingga akan menyulitkan Anda ketika hendak meng-uninstal software tersebut. Kecuali jika memang aplikasi tersebut aplikasi yang penting bagi Anda yang tidak akan di uninstall selamanya, atau tidak ingin ada seseorang yang menggunakan komputer Anda meng-uninstal software tersebut!”
  • Startupketika Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet, macem keong balap mungkin! :D
    Windows menyimpan daftar program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat melakukannya dengan Mudah.
    Perhatikan gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang memiliki keterangan “No” merupakan program yang tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program tersebut melalui shortcut/ start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
  • System Restore, saya mohon maaf, karena “Windows 7 starter” yang saya gunakan fitur “System Restore” telah saya nonaktifkan, sehingga saya tidak mengetahui lebih lanjut fitur yang terdapat pada CCleaner ini. Menurut dokumentasi situsnya, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore” akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak “System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang harddisk Anda. lebih lanjut mengenai fitur ini silakan kunjungi dokumentasi situs resminya, piriform.com/docs/ccleaner/using-ccleaner/removing-system-restore-points
  • Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam harddisk. Benarkah demikian? Ataukah ini hanya sebuah mitos?
    Kenyataanya memang file-file yang di hapus meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau biasa di sebut software rekonstruksi.
    Hal ini bisa membahayakan keselamatan jiwa raga Anda (Lebay.Com :p ), ya!! Tidak lebay sebenarnya!!! Jika Anda pernah memiliki file-file atau dokumen-dokumen yang menyangkut dengan privacy Anda, atau data-data sensitif yang menyangkut perusahaan Anda. Tentu hal ini akan berbahaya jika komputer, notebook, atau yang sejenisnya milik Anda berpindah tangan, baik karena di pinjam, di curi, dijual, atau mungkin di hibahkan kepada saya :p ! Dan sang pemilik baru komputer Anda tersebut mencoba merekonstruksi isi harddisk komputer Anda. Jika ia berhasil merekonstruksi file-file/ dokumen-dokumen sensitif yang menyangkut diri Anda akan sangat berbahaya bukan?
    Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan fitur “Drive Wiper” milik CCleaner ini untuk membersihakan file-file yang telah terhapus agar tidak memungkinkan untuk di rekonstruksi dengan software-software file recovery. Benarkah tidak bisa di rekonstruksi sama sekali seteleh di-Wipe? Saya sendiri belum membuktikannya, Anda bisa coba membuktikan sendiri di rumah! :D

    Penjelasan, 
    1. Pada bagian Wipe terdapat dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat direcovery.
    2. Pada bagian Security terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3 passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih banyak pass lebih susah untuk direcovery).
    3. Pada bagian Drive terdapat sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
    Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
    1. Pilih jenis wipe yang sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space onlyjangan pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali jika Anda memang menginginkannya)
    2. Tentukan tingkat keamanan (security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
    3. Tentukan drive/ partisi mana yang akan Anda Wipe
    4. Selanjutnya tekan tombol Wipe
    5. Tunggu hingga proses selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama

4. Options

Pada menu ini akan saya jelaskan satu saja dari 5 sub-menu yang tersedia, yaitu fitur “Cookies”.  Apa sih Cookies/ Cookie yg di maksud dalam dunia internet? Yang pasti tak ada hubunganya denga kue kering yang biasanya rasa coklat itu! :D
Cookie merupakan sejumlah data kecil, yang biasanya berbentuk file text, yang berisi pengenal anonim, yang di kirimkan oleh sebuah situs kepada browser, ketika mengunjungi situs tersebut. Cookie ini akan tersimpan di harddisk komputer. Isyu keamanan cookie ini sudah bukan rahasia lagi. Dengan cookie ini, memungkinkan seseorang meng-akses akun internet Anda tanpa membutuhkan password ataupun username. Ya, jika orang tersebut berhasil mencuri Cookie yang tersimpan di harddisk Anda. Kok iso? Anda bingung? Saya juga tidak terlalu mudeng! :D
Baiklah….. perhatikan gambar berikut ini.
Gambar di atas merupakan form login facebook. Jika Anda memberikan Check List pada box kecil di sebelah kiri kalimat “Biarkan saya tetap masuk”, maka jika di lain waktu Anda membuka situs facebook.com menggunakan browser yang sama, maka Anda akan langsung di bawa masuk kedalam akun facebook milik Anda tanpa harus mengisi form login lagi. Kecuali jika sebelumnya Anda melakukanlogout.
Bagaiman hal itu bisa terjadi? Itulah peran Cookie, ketika Anda membuka situs facebook.com maka server milik facebook akan memeriksa Cookie yang tersimpan di harddisk Anda. Jika ia menemukan sebuah cookie maka sever akan menggunakan data-data yang tersimpan di dalam cookie untuk mengakses akun facebook milik Anda.
Namun cookie ini juga ada yang memiliki umur, di Yahoo kalau tidak salah cookie hanya berlaku selama 2 minggu, setelah itu, untuk mengakses layanan Yahoo Anda harus melakukan login seperti biasa. Kalau di facebook saya kurang tahu, tapi sepertinya berlaku sepanjang masa kecuali jika Anda melakukan logout! :D
Contoh fungsi Cookie yang lain adalah ketika Anda berbelanja online, mungkin sering Anda dapati website tersebut menyarankan agar browser yang Anda gunakan diijinkan untuk menerima Cookie.
Saya harap Anda suah mengerti mengenai Cookie walaupun sedikit! Saya juga baru ngerti sedikit! :P
Kembali ke CCleaner! Secara default, CCleaner akan menghapus cookie-cookie yang tersimpan dalam harddisk. Karena memang tak semua Cookie masih berguna, cookie-cookie yang sudah tak berguna tersebut hanya akan menjadi sampah didalam harddisk milik Anda. Namun, CCleaner memiliki Fleksibelitas dalam menangani cookie-cookie milik Anda.
Anda bisa mengatur CCleaner agar tidak menghapus Cookie dari website-sebsite tertentu. Misalkan Anda menginginkan CCleaner tidak menghapus Cookie dari facebook. Gue kan sehari bisa 24 kali buka facebook, ribet kalo musti loginlogin mulu! Misalnya! :P
Anda bisa mengaturnya melalui Opsi ini. Perhatikan gambar berikut,
Ada dua buah Box, sebelah kiri bertuliskan “Cookies to delete“, pada box ini berisi list website yang secara default cookie dari website-website tersebut akan di hapus oleh CCleaner. Agar cookie dari website kesayangan Anda tidak terhapus, maka pindahkan list website tersebut ke box sebelah kanan yang bertuliskan “Cookies to Keep“, dengan cara highlight list website yang di maksud, kemudian klik “Tanda Panah” yang mengarah ke box sebelah kanan.

5 comments:

  1. Sangat berguna, trmksh mau berbagi ilmu...

    ReplyDelete
  2. rekomindid nihh gann ..
    tapi kalo pas regitry ga di back up gapapa gan ?
    nuhun..

    ReplyDelete
  3. Makasih Gan Ilmunya, sangat bermanfaat buat ane yg tengah dirundung masalah lepi lelet...

    ReplyDelete

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan. Atau di kosongkan juga tidak ada masalah

 
Copyright © 2013. iBlogaya . All Rights Reserved
Home | Tukar Link | Site map